Blogging Begins at Forty.. One!

Forty One… 41.. Empat Puluh Satu! (sigh). Antara percaya atau tidak memang. Semakin kita tua, semakin waktu berjalan lebih cepat. 41 ga terasa lho guys! Rasanya baru kemarin nikah, baru kemarin lahir anak pertama, baru kemarin si anak pertama masuk TK. Semua rasanya baru kemarin. Tiba-tiba JRENG! Orang-orang dah pada sungkan manggil saya dengan sebutan “mas”, dah pada sepakat manggil pake sebutan “pak”. Panggilan “pakde” lebih cocok rasanya dibanding panggilan “om”. Manggil dengan sebutan “kakak”? Ada sih, biasanya yang udah desperate jualan. Keliatan banget kalo abis manggil dengan sebutan kakak, seperti ada rasa “bad aftertaste” di lidahnya dia. Yah, relakanlah.

Di umur kepala 4 ini, ada beberapa keputusan “luar biasa” yang saya ambil. But that’s for another story. Let’s stick with the main topic, shall we? Yup, mengenai mulai belajar blogging di umur 41 ini. Sebenernya sih pernah mulai nyoba blogging di awal tahun 2016 (umurnya masih 39, blom kepala 4 yeay!), pake plaform wordpress.com. Anggap saja nama URL nya adalah bunga (lho?). Abis malu juga mau disebutin, secara posting cuma satu trus berhenti. Alasan berhentinya memang agak sentimentil. Sebulan setelah posting pertama, ayahanda tercinta dipanggil berpulang. Yang tadinya semangat mau posting, jadi hilang semangatnya. Balik lagi ke kebiasaan awal yang susah cerita dan lebih memilih untuk tidak menonjolkan diri. Well I know, 39 might be too old for sentimentil reason..but still though. Abis itu belom tertarik lagi untuk nulis, lebih tertarik sama urusan kerjaan dan marah2in co-workers (hahaha..) Sampai akhirnya sekarang baru mulai lagi. Semangat!

So.. apa ya yang bisa diceritain sama newbie blogger setengah baya kaya saya ini? Well ternyata banyak! Saya bisa cerita mengenai masa-masa dimana anak-anak kecil pergi ke sekolah sendirian dengan aman dan tanpa takut diculik. Masa dimana anak-anak sekolah kalau berkelahi masih secara jantan (satu lawan satu). Masa dimana permainan yang melibatkan fisik sangat digemari. Masa-masa transisi teknologi, politik dan ekonomi (hmm, kalau ini topiknya agak berat kayanya). Ow, saya ada beberapa foto mengenai barang-barang yang mungkin untuk kalangan muda jaman sekarang terlalu.. argh.. mungkin “jadul” kata yang paling tepat. Let’s begin..

Tabanas BRI

Tabanas.
Perkenalkan buku Tabungan Pembangunan Nasional (TABANAS) saya. Kalau ga salah, saya punya tabungan ini pada waktu saya kelas 1 SMP (sekitar tahun 1989). Waktu jaman itu, masih belum banyak orang yang mau dan sadar untuk menabung. Jumlah bank masih sangat sedikit. ATM.. apa tu ATM? (hahaha..) Percaya atau tidak, masih ada orang yang simpan uang di bawah bantal/kasur, di celengan tanah liat atau di dalam batang bambu. Dan pemerintah jaman itu memang sedang menggalakkan budaya menabung pada siswa-siswa sekolah dengan harapan bahwa generasi penerus bangsa kita adalah generasi yang gemar menabung. Trus berapa biasanya sekali nabung? 10000 perak saja masbro dan mbaksis. 5000 perak diterima ga? dengan senang hati diterima sama bank nya (beneran lho diterimanya pake senyum sama mba-nya). Saya ingat waktu terakhir saya nabung, saldonya ada 100000-an (seratus ribuan) Rupiah dan itu tahun 1994. Tabungan saya yang ini ga dapet bunga, ga kena biaya, dan dapet hadiah sejumlah Rupiah yang ditambah ke dalam tabungan setiap bulan. Jadi ya saldonya nambah terus. Kalau jaman sekarang biarpun saldo tabungan ada 2 juta Rupiah tetep aja bakal berkurang karena ada biaya macem-macem. Ada biaya administrasi lah, biaya materai lah, biaya transaksi lah, pajak, de el el. Ga tau juga apa sekarang masih ada tabungan kaya Tabanas gini atau ga. Memang sih kalau dilihat dari nilai uang jaman dulu dan jaman sekarang memang wajar-wajar aja saldonya bisa nambah. Tapi buat saya, menabung jaman dulu itu lebih mudah dan fun dibanding saat ini.

Buku IPS Sejarah SMP

Buku Pelajaran IPS Sejarah
Apa yang menarik dari buku ini? kan cuma buku pelajaran biasa. Nah coba cari buku pelajaran jaman now yang menggabungkan IPS dan Sejarah, plus ada gambar pak Harto nya di sampul depan. Ada ga? hahaha.. Ga ada cerita yang istimewa dibalik foto buku ini. Saya cuma pengen nunjukin begini lho buku pelajaran jaman dulu. Sesuai dengan judulnya buku ini saya pelajari waktu saya kelas 3 SMP, jaman dimana pertama kalinya saya di”tembak” sama cewek. Eits, ada topik menarik tu hahaha.. GA MAU CERITAAA soal ditembak cewek nya. Lanjut ke barang berikutnya aja yah.. hehehe

30 Tahun Indonesia Merdeka

Satu set buku “30 Tahun Indonesia Merdeka”
Buku yang menceritakan sejarah bangkit dan berkembangnya masa Orde Baru. Dari awal kemerdekaan, politik “Mercusuar”nya bung Karno, G-30-S PKI (filemnya lagi dicari2 ni sama generasi saat ini), sampai masa dimulainya Pelita I (Pembangunan Lima Tahun Pertama) dan Repelita II (Rencana Pembangunan Lima Tahun Ke-dua). CMIIW ya guys, soalnya bukunya juga entah udah kemana.
Kalau ga salah buku ini dibeli waktu saya masih SMP, lupa SMP kelas berapa. Mungkin kelas 3 SMP. Buku ini dibeli karena ada tugas yang sumber datanya harus dari buku ini. Pada waktu itu, buku ini termasuk buku yang agak susah dicari. Nyarinya juga musti blusukan di Pasar Senen sama almarhum ayahanda tercinta. So these books are some sort of legacy, but I just don’t have space for them. Jadi yah, ga tau lagi kemana ni buku. Ah, jadi keingetan sama almarhum.. OK enough, next!

Kartu Telepon Magnetic

Kartu Telepon Magnetic
Nah ini senjata andalan buat nelpon gebetan hahaha.. Blom ada HP trendi kaya sekarang soalnya. Masih blom kenalan tu sama yang wireless-wireless. Model TV di rumah jg belum ada remote nya, jadi kalau mau nyalain TV, ganti saluran atau sesuain volume ya musti pencet-pencet tombol di TV nya. Main fisik banget deh hahaha.
Kartu ini sempat jadi salah satu best selling product pada masanya. Sampai-sampai ada temen yang bisnis jual beli kartu ini. Trus ada yang koleksi juga. Kalau gambarnya memang bagus dan jarang, kartunya ga bakal dipake buat nelpon. Ya jadi koleksi aja. Tapi kalau buat saya, tetep saya pakai telepon. Senjata geto loh!
Yang namanya nelpon gebetan ya musti usaha tentunya. Tahukan kawan-kawan semua, bahwa untuk nelpon sang gebetan, saya harus jalan kaki sejauh sekitar 150 meter ke pangkalan bis, naik bis sejauh lebih 3 km ke tempat telpon umum magnetic andalan yang jarang rusak (karena lokasinya di depan kantor telkom hahaha) dan harus antri rata-rata 1 jam untuk giliran nelpon. Bahagia banget kalo pas dateng ada yang available. Sekali nelpon bisa sampai 1 jam, dipuas-puasin sampai kuping panas dan si doi mulai bete. Dan akhirnya? tetep cuma sekedar gebetan aja hahaha.

Disket 5,25″

Disket 5,25″
Disket ini mungkin udah layak masuk sebagai kategori barang museum. Disket yang dipakai pada PC XT yang warna layarnya hijau sama PC AT yang layarnya putih. Pada jaman PC dengan prosesor Intel Pentium juga masih sempat dipakai. Khusus untuk disket yang ada di gambar, disket ini saya pakai waktu jaman awal kuliah, sekitar tahun 1996 kalau ga salah. Salah satu disket andalan untuk operating system (booting disc). Sebenarnya waktu itu sudah ada Windows 95, tapi sistem operasi DOS masih merupakan sistem operasi yang umum digunakan, termasuk di rental-rental komputer. Kalaupun pakai Windows, biasanya Windows 3.x yang basis sistem operasinya menggunakan DOS (maksudnya booting pakai DOS dulu baru buka aplikasi Windows). Jaman ini adalah jaman dimana kapasitas penyimpanan data dalam hitungan Kilobytes masih dianggap, hitungan 1 Megabyte dianggap umum. Lebih dari itu dianggap mantap, dan hitungan Gigabytes adalah luar biasa.
Jadi inget jaman waktu pakai disket ini. Selain disket ini, ada lagi disket andalan yaitu disket anti virus! Dua disket ini yang paling dijaga kebersihannya dari virus. Karena punya dua disket ini, saya jadi pusatnya duplicate bootable disc dan jadi tukang bersihin disket temen-temen kalo ada yang kena virus. Buat temen-temen yang seangkatan pasti inget virus Love Bug yang nampilin kata I Love You, atau virus Cascade yang bikin karakter huruf pada berjatuhan. Hahaha, really bring back memories.

Udah segitu saja dulu ya. Sebenernya ada beberapa foto lagi. Tapi kalau saya tampilin semua nanti dikiranya saya jualan barang antik hahaha. That’s it! Semoga cerita ini bisa menghibur teman-teman semua. Oh, kalau ada yang mau nambahin kisah masa lalu, atau ada yang mau dikoreksi, atau ada yang inget nama-nama virus DOS yang pernah nempel di disket temen-temen, silahkan masukkan ke komen ya. Thanks udah datang dan baca cerita ini.

Kurniawan Written by:

In short, simple yet complex! I live a simple life, having two wonderful kids and a gorgeous wife. Some people said that writing can help you in many things, that's why I make this blog. So thank you for visiting. Enjoy, and have fun.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *